Pita ikat rambut dan twintail di Indonesia

Februari 21, 2009 at 19:37 | In Uncategorized | 9 Comments

Sebagai seorang manusia yang cukup terobsesi dengan dunia yang sangat mirip dengan sistem koordinat Cartesius, saya sering bertanya-tanya di dalam hati, “Mengapa cewek-cewek di dunia, khususnya di Indonesia sangat jarang mengikat rambut dengan pita atau mengikat rambut menjadi model twintail?”. Dua model rambut ini cukup populer di dunia 2D, namun sangat jarang sekali cewek yang mengadopsi style rambut berpita atau ikat twintail ini. Faktor-faktor apa sajakah yang menghalangi niat para cewek untuk memakai pita atau gaya rambut twintail? Melalu hasil riset (yang tidak terlalu serius) selama berbulan-bulan, saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Continue reading Pita ikat rambut dan twintail di Indonesia…

Keretaku kok berhenti lama?

September 22, 2008 at 10:45 | In Uncategorized | Leave a Comment

Naik KRL ekspress tut.. tut.. tut.. siapa hendak turut?

Dari Serpong sampai Depok, tidak lupa stop di Dukuh Atas

Pengennya bisa tepat waktu, tetapi keretaku berhenti lama…

(lirik ga jelas ini diadaptasi dari lirik lagu anak-anak “Naik Kereta Api”)

KRL (Kereta Api Listrik) ekspress seharusnya jalannya ekspress kan? Cuma ini ada apa gerangan tadi pagi sehingga kereta Sudirman/Depok Ekspress yang saya tumpangi bisa telat lebih dari setengah jam sampai ke stasiun UI? >_<

Cerita bermula pas saya menunggu Depok Ekspress. Biasanya yaa.. jadwal kereta di stasiun saya itu Sudirman Ekspress dahulu, lalu 10 menit kemudian datanglah Depok Ekspress. Tapi.. kadang-kadang diantara Sudirman Ekspress dan Depok Ekspress itu diselingi dengan kereta diesel ekonomi yang bikin kasihan jika melihat isi penumpangnya. :D Nah.. karena itu Depok Ekspress saya sering terhambat lajunya karena harus bersabar di belakang kereta diesel yang jalannya tidak secepat ekspress.

Jadi bingung.. sebetulnya jadwalnya itu Sudirman Ekspress – Depok Ekspress – ekonomi diesel atau Sudirman Ekspress – ekonomi diesel – Depok Ekspress? Bukankah lebih baik ekspress duluan daripada harus diselingi ekonomi?

Ok.. mungkin di hari biasa memang terjadinya seperti yang saya ceritakan diatas. Tetapi khusus hari ini itu telatnya benar-benar nggilani. Bayangkan saja.. Depok Ekspress saya bisa masuk Tanah Abang jam 7.30. Entah karena alasan apa.. mungkin karena harus memberi jalan kereta antar kota atau memang sistem lalu lintas KRL Jabodetabek pagi tadi itu benar-benar lagi gak jelas. Kasihan bapak-bapak dan ibu-ibu kantoran yang turun di Dukuh Atas tadi, raut mukanya gimana gitu… :D

Hidup sementara tanpa komputer: 2 (akhir)

Agustus 12, 2008 at 22:01 | In Uncategorized | Leave a Comment

Setelah melalui kehidupan “nyata” selama 1 minggu lebih, akhirnya komputer saya bisa jalan kembali seperti semula. ^^

Apa saja yang saya lakukan berarti dalam kurun waktu seminggu lebih itu?

  1. Bersepeda. Olahraga itu sehat, begitu pula dengan bersepeda. Nikmatnya menikmati hembusan angin ketika menggenjot sepeda dengan kencangnya di jalanan sepi. Saya pada dasarnya memang suka ngebut. ^^
  2. Mendengarkan radio. Kerjaan saya setiap malam, mendengarkan radio Elshinta. LOL. Buset deh, sampe jam 2 pagi pun jika belum bisa tidur saya dengarkan itu radio. Mungkin satu-satunya stasiun radio 24 jam di Jakarta kali ya.. ^^ Bukan hanya Elshinta saja, sebetulnya banyak acara radio yang bagus. Seperti acara talkshow dengan Gus Dur pada hari Sabtu di Green Radio dan wayang-wayangan Astina di Green Radio menjelang malam.
  3. Membersihkan komputer. Yah.. mumpung komputer lagi tidak nyala, kapan lagi bisa dibersihin? Banyak sekali debunya sampai saya lupa berapa lembar tissue yang saya pakai. >_<
  4. Baca buku. Membaca buku programming C tapi tidak bisa mencoba untuk membikin contoh program dari buku tersebut. Proses compile dilakukan di dalam otak.. ^^; Yah mo gimana, bikin program komputer tapi ga ada komputer.. :D

Sekian dulu deh. Dengan ini berakhirlah tulisan tidak jelas dari saya ini. :D

Hidup sementara tanpa komputer: 1

Juli 31, 2008 at 11:02 | In Uncategorized | Leave a Comment

Bagaimana rasanya seseorang yang sudah mengidap nijikon tingkat berat seperti saya harus hidup tanpa komputer?

Tanpa komputer untuk beberapa hari sebetulnya tidak apa-apa. Contoh, saya kalau pulang mudik itu di kampung halaman juga tidak ada komputer. Namun tidak tahu kenapa ini kok rasanya berat sekali siksaan “dunia 3D” yang saya alami.. >_<

“Kemanakah pemandangan yang saya lihat setiap hari itu?”

Continue reading Hidup sementara tanpa komputer: 1…

Mengantri saja tidak bisa

Mei 26, 2008 at 16:38 | In Uncategorized | Leave a Comment

Masih ragu-ragu saya. Sebetulnya saya itu tadi terlalu sabar? Terlalu baik? Atau.. terlalu goblok? Antrian tiket kereta disalip-salip orang dari segala penjuru tadi saya cuma pasang ekspresi masam. :(

Sebetulnya, saya sangat ingin sekali membentak orang-orang tua itu agar mau mengantri, tapi rasanya tidak enak berhubung jauh lebih tua. Namun, mereka yang sudah hidup lebih lama itu lebih suka main serobot daripada antri, kayak anak kecil belum bisa diatur saja. Gimana saya tidak kesal, gara-gara diserobot itu saya ketinggalan kereta. Ada oknum PNS pula di antara gerombolan penyerobot itu. Oy oy, orang dalam pemerintahan saja seperti itu. -_-

Hahaha.. nasib.. apakah seperti itukah juga bangsa kita? Mau menang sendiri? Kalau mau menang sendiri, ikut kompetisi dulu, jangan mendahulukan ego masing-masing dengan mengorbankan kepentingan orang lain.

Tanggal 14 kemarin…

Februari 15, 2008 at 11:42 | In Uncategorized | 3 Comments

1. Tidak ada yang spesial. Hanya sebuah hari Kamis tanggal 14 Februari 2008 yang dilalui dengan rutinitas biasa.

2. Kata teman yang nge-kost di Kutek (Kukusan Teknik), ada yang berjualan bunga dengan harga Rp. 10000 per tangkai. Kenapa tidak petik bunga saja di pinggir jalan? Gratis. :P

3. Bisa tidur dengan nyenyak di kereta ekonomi ‘butut’. Jarang-jarang lho kemarin sepi kereta ekonomi jam 3 sore arah Depok – Manggarai. :D

4. Bertemu teman dari Binus yang sedang menjaga stand sepatu punya ibunya pada acara semacam bazaar di FH UI. ^^

4. Menemukan easter egg Valentine di Princess Witches EXCELLENT. Well.. bukan menemukan sih, cuma melihat kembali karena tahun lalu si Kururu yang memberi ucapan sedangkan kemarin gantian si Ringo. :D Kebetulan itu game (atau tepatnya, visual novel) masih belum saya uninstall jadi saya iseng-iseng saja memainkannya sebentar. ^^

(Duh.. kenapa saya harus menunggu satu tahun cuma untuk melihat adegan easter egg itu? Bisa saja cukup dengan mengubah tanggal di Windows)

5. I have to be careful when installing packages in Kubuntu. Jangan asal pilih package untuk di-install kalau tidak mengerti buat apa. Niatnya kemarin ingin membuat Amarok bisa memutar file MP3 dan FLAC dengan men-download package-package yang relevan (pokoknya ada label MP3 atau FLAC), malah nge-hang pas mau memasukkan file MP3 ke dalam playlist. Untuk sementara, Kubuntu saya masih belum bisa menjalankan hiburan-hiburan digital yang ada di harddisk. T_T

6. ???

7. PROFIT!

EDIT: Weleh.. ini anak kebanyakan di 4chan kali yah.. ^^;

Rindu dengan masa-masa sekolah…

Februari 13, 2008 at 17:05 | In Uncategorized | 3 Comments

Hujan lagi, hujan lagi. Apa boleh buat.. inilah kehidupan di Depok, daerah yang kadang dijadikan kambing hitam selain Bogor jika Jakarta kena banjir. :D Untuk menghabiskan waktu di lab sembari menunggu hujan sedikit reda, saya ingin menulis sesuatu yang berhubungan dengan masa-masa sekolah kita dahulu kala. Semua ini berawal dari 3 screenshot yang saya ambil dari game LikeLife Renewal Version: (dan sebetulnya ini cuma re-post dari post saya di suatu forum lokal, dengan sedikit modifikasi)


Saya jadi merasa telah melewati masa sekolah seperti minum es teh tawar saja. Hambar tanpa rasa stroberi, melon, atau rasa yang lain. (memang ada teh rasa melon? :D ) Kegiatan saya dulu ketika SMA yang masih teringat sepertinya cuma belajar, mengerjakan PR (dan mencontek PR pagi-pagi :D ), main di warnet depan sekolah, lari pagi tiap Jum’at, dan ikut bimbingan belajar demi SPMB. There ain’t no such thing like.. dating a girl, doing pranks, cabut pelajaran (well.. I did it once), eating lunch together in cafetaria (I brought my lunch from home and usually ate it alone in class), doing something nonsense in class, peeping girls when they are changing into PE uniform, etc. Semua itu hanya terjadi sekali, tapi sepertinya saya telah melewati semua kesempatan untuk melakukan itu semua. :(

Jadi, tolong.. ini pesan dari leluhur kalian (lho?!) yang melewati masa sekolahnya seperti minum es teh tawar. Buatlah banyak kenangan pada masa sekolah kalian. Tapi ingat kalau kita ini bangsa Indonesia, jadi jangan menyimpang dari norma dan etika yang berlaku pada bangsa Indonesia kita tercinta ini. No free s*x, no drugs, no alcohol, and respect your elders, ok? ^^;

NB: Dalam beberapa kasus, ntah kenapa saya lebih bisa mendeskripsikannya dalam bahasa Inggris. Jadi harap maklum jika ada post dengan penggunaan bahasa Inggris setengah-setengah. :D

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.