Pita ikat rambut dan twintail di Indonesia
Februari 21, 2009 at 19:37 | In Uncategorized | 9 CommentsSebagai seorang manusia yang cukup terobsesi dengan dunia yang sangat mirip dengan sistem koordinat Cartesius, saya sering bertanya-tanya di dalam hati, “Mengapa cewek-cewek di dunia, khususnya di Indonesia sangat jarang mengikat rambut dengan pita atau mengikat rambut menjadi model twintail?”. Dua model rambut ini cukup populer di dunia 2D, namun sangat jarang sekali cewek yang mengadopsi style rambut berpita atau ikat twintail ini. Faktor-faktor apa sajakah yang menghalangi niat para cewek untuk memakai pita atau gaya rambut twintail? Melalu hasil riset (yang tidak terlalu serius) selama berbulan-bulan, saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Seperti yang digambarkan dalam ilustrasi berikut, rambut cewek berambut merah diikat single tail / ponytail menggunakan pita. Tetapi di dunia nyata, mayoritas cewek mengikat rambut ponytail menggunakan karet gelang. Saya mencoba untuk mewawancarai beberapa narasumber pria dan wanita dengan mengajukan pertanyaan “Mengapa cewek jarang pakai pita untuk mengikat rambut?”. Hasilnya?
- Seorang cewek dari angkatan 2008 di kampus saya: “Repot kak kalau diikat pakai pita.” // Kyaa.. dipanggil “kakak”~ ^^ Kapan ya saya dipanggil oniichan?
- Seorang cewek di kelas saya: “Repot dan makan banyak waktu. Ikatan pakai pita juga mudah lepas.” // Sang narasumber pernah mencobanya ketika jamannya Sailor Moon masih tayang di TV.
- Saudara sepupu saya: “Repot Juragan! Freak lo ah!”
- MSN ID “s*******a”: “Mungkin karena pita gampang lepas? Gak lucu juga kan lagi pakai tshirt atau jeans, rambutnya pakai pita. Kesannya juga kekanak-kanakan jika memakai pita”
- YM ID “r**_****e”: “Repot..”
Bisa disimpulkan bahwa menggunakan pita itu repot dikarenakan perlu waktu yang lebih lama untuk memakainya dan pita itu mudah lepas. Cukup masuk akal.. mengingat hukum gravitasi dan koefisien gesek benda padat di dunia 2D tidak serealistis dunia nyata.
Lalu bagaimana dengan twintail? Model rambut ini masih bisa ditemui pada anak-anak usia TK – SD di Indonesia. Namun sebaliknya, di kalangan remaja sampai dewasa, model rambut twintail seperti menghilang tanpa jejak. Jadi seperti apakah pendapat-pendapat para narasumber saya?
- Saudara sepupu saya: “Udah ah makin freak aja lo.” // Ampun mbak.. ^^
- YM ID “r**_****e”: “Tampang orang Indo gak cocok kalau rambutnya twintail. Lebih cocok untuk orang-orang Asia Timur seperti Jepang dan China.” // Masih berminat kalau model twintail-nya seperti Tenma (School Rumble), tetapi geleng-geleng kepala kalau twintail-nya seperti Kagami (Lucky Star).
- MSN ID “s*******a”: “Karena jarang ada cewek yang cocok pakai twintail? Biasa mikirnya jadi culun banget makanya pada ogah..”
Hm.. faktor kerepotan dari memakai pita terbawa juga ke penggunaan gaya rambut twintail. Tetapi menarik juga alasan dari narasumber saya yang seorang cosplayer itu: “Muka orang Indonesia kurang cocok jika rambutnya twintail“. Apakah betul? Saya pingin lihat seperti apa jika banyak cewek Indonesia bergaya rambut twintail.
Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah repotnya memakai pita di dunia nyata. Mungkin pita bisa dipopulerkan dengan karet ikat rambut yang berbentuk pita? Jika ada, saya ingin melihatnya.. ^^
Banyak hal di dunia 2D yang tidak bisa konvergen dengan dunia nyata. Namun, ketidakcocokan berbagai hal itulah yang membuat dunia 2D spesial, seperti yang pernah diucapkan teman saya ketika saya bertanya “Mengapa dunia nyata tidak seindah 2D?”
“Kalau dunia nyata seindah dunia 2D, maka orang tidak akan menciptakan 2D. /xD”
_____
Disclaimer:
- Mohon anggap saja cowok tanpa muka di gambar kedua adalah saya. =))
- Gambar pertama adalah milik dari Whirlpool sebagai pembuat game MagusTale dan Tenmaso (てんまそ) sebagai illustrator.
- Gambar kedua adalah milik dari MOONSTONE sebagai pembuat game Gift dan Mitha sebagai illustrator.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




bener bener….
http://febriand.wordpress.com
Komentar oleh nexza — Februari 23, 2009 #
bener bener… gila?
Harap maklum lah sama orang seperti saya.. ^^
Btw, komentar anda td masuk kategori spam oleh si Akismet. Maaf.. >_<
Komentar oleh JuraganDeterjen — Februari 25, 2009 #
Duh.., yang diperhatiin cuma rambut cewek 2D ^_^;
Kenapa nggak memperhatikan rambuk cowok 2D??? Banyak yang nggak ada di dunia nyata
Komentar oleh bungcip — Februari 25, 2009 #
Hahaha.. saya cuma mengambil contoh sample dr subset rambut-rambut 2D yg probabilitas eventnya mungkin masih bisa terjadi di dunia nyata. =))
~probabilitas terapan mode: on
Komentar oleh JuraganDeterjen — Februari 28, 2009 #
Kalo semua cewek di indonesia memakai pita atau twintail….
Apakah kita akan meninggalkan dunia 2D??
Komentar oleh Dafil — Februari 27, 2009 #
Saa.. ^^;
Gw rasa tidak. Kita belum bisa melihat cewek-cewek dengan rambut merah, hijau, biru di luar sana.
Komentar oleh JuraganDeterjen — Februari 28, 2009 #
Dengan kebetulan saya menukan blog ini karena sedang mencari info tentang “Stellar Thater”, dan rasanya kita akan cocok, he..he..he.
BTW twin tail dan Pony tail kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi lagi di Indonesia, karena cewek2nya sudah terkena “western sindrome” dan “Grown-up sindrome”
Komentar oleh kaimax — Maret 8, 2009 #
Zzzz…. ane kenal ini dr email addressnya. =))
Ponytail masih dan pasti akan tetap ada! I GUARANTEE IT! Coba lihat kalau jam pelajaran olahraga, banyak cewek pakai ponytail! Di jalanan pun juga masih banyak kaum hawa yang ber-ponytail.
Lain halnya dengan twintail. Gaya rambut ini masih bisa dijumpai pada kalangan umur TK dan SD. Namun, di kalangan remaja dan seterusnya.. seperti menghilang tanpa jejak. Sangat amat jarang sekali..
Komentar oleh JuraganDeterjen — Maret 9, 2009 #
Yala.. Memanglah dunia 3D tak seindah dunia 2D.
Itulah sebabnya termunculnya dunia 2.5D (utk cosplayer-tachi) ^^
tapi kadang kala cosplayer cos dgn melucukan, dan memedihkan mata. –
Komentar oleh xeon — Juli 28, 2009 #