Ada satu hal yang masih belum saya mengerti dari para developer bishoujo game di Jepang sana. Mengapa video opening game-game mereka besar sekali ukurannya? Hanya untuk video berdurasi 2 menit saja ukurannya bisa 90 MB. Game berukuran 700 MB (1 CD) bisa saja 100 MBnya terbuang hanya untuk video opening.
Format MPEG masih banyak diminati oleh developer game disana untuk video. Memang sih dari segi kualitas mungkin bisa dianggap superior karena tidak pakai kompresi macam-macam, tetapi ukuran filesizenya itu tidak bersahabat dengan ruang kosong di harddisk dan koneksi Internet yang kurang memadai.
Pada saat yang bersamaan, ada juga teknologi kompresi video H264. Kurang lebih menurut pemahaman saya yang awam, anggap saja H264 itu seperti MP3-nya file video. Mengorbankan kualitas (bit rate) demi mencapai filesize yang lebih ramah tempat di harddisk.
Karena itu, saya kemarin iseng-iseng saja mencoba konversi salah satu video opening game di harddisk saya dengan menggunakan codec x264. Kurang lebih inilah hasil konversi saya: (link Indowebster ; 16,5 MB)
Video yang digunakan adalah opening kedua dari game PS2 “Itsuka, Todoku, Ano Sora ni” (in English: “Someday, It’ll / I’ll reach that sky”, in Indonesia: “Suatu hari, ku akan mencapai langit itu”). Memang saya akui untuk membandingkan MPEG dengan x264 dengan contoh ini masih kurang tepat, karena banyaknya adegan yang statis, alias tidak bergerak. Berikut ini adalah screenshot-screenshot perbandingan antara MPEG dengan x264: (MPEG kiri, x264 kanan)



(terang gelapnya adegan untuk sementara di-ignore saja, susah pas mau capture gambarnya tepat di frame yang sama. ^^)
Profile encoding x264 yang digunakan adalah AE-MaxQuality yang tersedia dari update software meGUI. Perbedaan kualitas gambar sementara ini memang tidak terlalu kelihatan jika dilihat dari screenshot-screenshot yang saya tampilkan disini. Mungkin bisa dilihat di adegan palang perlintasan kereta api (screenshot baris kedua). Tekstur dari tiang palang perlintasan terlihat lebih buram di x264. Bagaimana dengan ukuran filenya? File MPEG aslinya berukuran 59,6 MB. Setelah saya encode ke x264 + MP3 (untuk audionya), hasil akhirnya adalah sebuah file Matroska (.MKV) berukuran 16,5 MB! Lumayan menghemat bukan? ^^
Namun, encoding x264 membutuhkan kesabaran dan tenaga prosesor yang lumayan. Video berdurasi 2 menit saja saya butuh kurang lebih 20 menit untuk encode dari MPEG ke x264. Ditambah lagi, memang sedikit repot jika menggunakan software seperti meGUI. Ditambah lagi beberapa komponennya ada yang tidak jalan, jadi harus pakai beberapa software tambahan. Ada sih converter video yang lebih user-friendly, seperti SUPER. Cuma saya memang senang cara yang repot.
Seingat saya waktu mencoba SUPER, hasil akhir videonya ada tag semacam “Created by SUPER [blablablabla]“. Saya malas melihat hasil konversi saya sendiri ada penodaan seperti itu.







PERTAMAX
Memang codec h.264 paling top untuk kompresi video, apalagi kalau ditaruh dalam kontainer matroska, jadi mak nyos deh
Pertamax? Pake premium aja lah mas.. lebih murah.
Lumayan buat menghemat space harddisk. Maklum koleksi video OP game lumayan banyak.. ^^