Tertib dalam berkeretaapi? Masih jauh sepertinya..
Februari 14, 2008 at 14:51 | In Opinion | 2 CommentsMasih ingat berita ketika PT. KA menggembor-gemborkan apa yang dinamakan “Bulan Tertib Kereta Api” pada tanggal 10 Pebruari kemarin? Memang betul pas tanggal 10 kemarin orang-orang banyak yang tidak berani naik ke atap kereta api karena di beberapa stasiun sudah menunggu gerombolan pasukan buser untuk menyemprotkan cat ke orang di atap kereta. Di Manggarai sendiri terdapat banyak wartawan yang menunggu kesempatan untuk mengabadikan aksi ‘penyemprotan’ yang dilakukan petugas keamanan PT. KA.
Tapi seperti biasa, masyarakat kita ini memang ‘ya begitulah..’. Tertib sehari dua hari, beberapa hari sesudahnya udah berantakan lagi. -_- Pasukan penyemprot sepertinya cuma kerja jika ada wartawan yang meliput. (cuma ingin numpang terkenal kali ya..) Manusia-manusia penghuni atap kereta masih saja banyak. Kemarin saya naik kereta api melewati Cawang di sore hari, kereta ekonomi dari arah Manggarai itu di atapnya mungkin bisa dibilang sudah terisi penuh.
Selain dari kasus para manusia penantang maut itu, masih bisa ditemukan pedagang asongan, pedagang koran, pengamen, penyapu lantai, pe[insert job name here], dll berkeliaran di gerbong-gerbong kereta ekonomi. Apakah PT. KA benar-benar serius dalam menertibkan dunia perkeretaapian di Jakarta ini? Padahal mereka sudah memasang spanduk tentang aturan dan pasal-pasal mengenai ‘tertib berkeretaapi’ ini di stasiun-stasiun. Langkah mereka dengan mengganti beberapa rangkaian kereta ekonomi dengan ekonomi AC juga sepertinya tidak ampuh karena harga tiketnya yang saya rasa memang mahal. Pada akhirnya kereta ekonomi ‘butut’ semakin menumpuk dengan penumpang yang kurang mampu untuk membeli tiket ekonomi AC.
Namun, kita tetap perlu menghargai usaha PT. KA dalam menertibkan train commuter di Jakarta ini. It’s better than never, but it will be more better if they put more effort onto it. ^^
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.



